BEM UNMUL peringati hari ibu
>> Senin, 12 Januari 2009
Untuk memperingati Hari Ibu pada 22 Desember 2008 yang lalu, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Mulawarman (Unmul) telah melakukan sebuah kegiatan melalui Kementerian Bidang Keperempuanan BEM Unmul, mengadakan seminar cinta ibu dengan tema "Ibu sebagai Sentrum Peradaban, Tunjukkan Cintamu pada Ibumu".
Acara yang diselenggarakan pada hari Sabtu tersebut bertempat digedung bundar Fakultas Kehutanan (Fahutan). Dalam acara itu hadir Ketua Dharma Wanita Unmul, Tien Arifien dan dosen Fakultas Kedokteran Unmul dr Evi Fitriani MKes sebagai pembicara, dan dihadiri oleh ratusan mahasiswa Universitas Mulawarman sebagai peserta.
Ketua panitia pelaksana, Misbahul Jannah, mengatakan bahwa peserta seminar memang difokuskan bagi kalangan mahasiswa. Karena tujuan seminar tersebut adalah sebagai upaya penyadaran mahasiswa akan pentingnya peranan perempuan khususnya seorang ibu sebagai pencerah peradaban.
"Untuk tahap awal ini, sasaran lebih kita fokuskan ke mahasiswa dulu, karena memang kaum muda yang paling mudah terpengaruh oleh pergaulan bebas yang mengarah kepada pengikisan moral anak bangsa," terang mahasiswa FKIP semester 3 ini.
Sementara itu, Tien Arifin dalam sesi pemaparan materinya mengatakan bahwa perempuan harus memiliki tiga peran dasar yakni peran normatif, subtitutif, serta prestatif. Peran normatif yakni peran sebagai istri dan ibu, dimana peran inilah yang menjadi fitrah dan merupakan peranan utama seorang perempuan. Perempuan harus menjadi penentram, motivator dan sahabat setia bagi suami serta menjadi ibu yang penyayang bagi anak-anaknya. Sementara peran substitutif adalah peranan perempuan ketika membantu suami dalam mencari nafkah. Lalu peran prestatif adalah peranan perempuan dengan talenta khusus yang dimilikinya.
Namun satu hal yang perlu diingat adalah peran substitutif dan prestatif tidak boleh mengalahkan peran normatif seorang perempuan, karena peran normatif merupakan peran yang paling dasar bagi seorang perempuan.
"Jangan sampai karena karir, peranan ibu mengalami pergeseran. Kalau kita ingin melihat potret generasi yang akan datang, maka lihatlah kondisi ibu hari ini," tegas Tien.
Sementara dr Evi Fitriani MKes sebagai pembicara lainnya, menyinggung tentang maraknya korupsi para pejabat yang saat ini dipengaruhi oleh tidak maksimalnya peran perempuan sebagai istri.
"Sebenarnya istri memiliki peran yang cukup besar dalam karir seorang suami. Budaya korupsi yang dilakukan sejumlah oknum pejabat tidak bisa terlepas dari peranan istri," katanya.
Selain pemaparan materi dan diskusi, acara tersebut juga dilengkapi dengan pemutaran video persalinan. Video tersebut menggambarkan bagaimana kerasnya perjuangan ibu untuk melahirkan dan mengasuh anaknya. Peserta diajak untuk merenungi betapa besar cinta yang diberikan ibu selama ini. Harapannya, setelah acara tersebut, para mahasiswa/i bisa lebih menghargai dan mencintai ibu yang sudah berkorban jiwa raga untuk mereka.
Setelah acara tersebut, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Mulawarman (Unmul) berencana akan mengelar aksi simpatik bersama Jaringan Aktivis Muda Perempuan se-Samarinda pada 22 desember 2008 pukul 16.00 Wita di bundaran Lembuswana.
