>> Senin, 12 Januari 2009

Refleksi Akhir Tahun oleh BEM UNMUL
Tutup tahun 2008, dirayakan dengan cara berbeda oleh ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Mulawarman (Unmul) sore itu. Selain menggelar refleksi dan evaluasi akhir tahun, ratusan mahasiswa tersebut juga kembali melakukan aksi solidaritas untuk korban kekejaman Israel di Palestina. Aksi ini digelar di simpang empat Mal Lembuswana.
Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Mulawarman (Unmul) menggelar evaluasi terhadap kinerja jajaran Pemprov Kaltim selama tahun 2008. Sejumlah poster tuntutan digeber ke pengguna jalan, termasuk selebaran yang dibagi-bagikan. Mahasiswa juga membentang sebuah baliho besar yang berisi rapor kinerja Pemprov Kaltim dengan sejumlah indikasi dan permasalahan.
Dalam rapor yang dibentangkan BEM Unmul itu, ada 7 parameter yang dinilai oleh BEM Unmul dari Pemprov. Sebanyak 4 parameter diberi nilai E, yang mengindikasikan masih buruknya kinerja Pemprov, yakni mengenai pemberantasan korupsi, pengelolaan sumber daya alam, pembangunan infrastruktur dan pemberantasan kemiskinan.
Sementara 3 indikasi lainnya yakni pengelolaan wilayah perbatasan, bidang pendidikan dan bidang sosial budaya, diberi nilai D. Tidak ada nilai cukup yang biasanya dilambangkan dengan huruf C, atau baik bahkan sangat baik dalam rapor kinerja Pemprov versi BEM Unmul tersebut.
"Ini menunjukkan bahwa kinerja pemerintah Kaltim selama ini sangat buruk, sehingga masih harus terus dibenahi," kata Mukhlis selaku korlap dalam orasi politiknya.
Lebih lanjut Mukhlis mengatakan, BEM Unmul menggelar aksi bertepatan dengan momentum tutup tahun tersebut, untuk membuka mata masyarakat Kaltim pada umumnya dan Samarinda pada khususnya agar lebih berani untuk mengontrol kinerja pemerintah, terutama menjelang momen pemilu 2009. BEM Unmul juga menyerukan kepada masyarakat agar jangan sampai salah pilih, dengan memilih para politisi busuk.
"Kita memang antipolitisi busuk, sehingga kita minta masyarakat agar jangan sampai kembali salah pilih, dengan politisi yang sudah jelas tidak bagus kinerjanya serta cenderung korup," tambah Mukhlis.
BEM Unmul juga mengaku tidak takut jika aksi mereka terklaim atau isunya seiring dengan kelompok elit tertentu.
"Tidak jadi masalah. Itu sudah menjadi konsekuensi perjuangan jika kemudian kita terklaim. Tapi yang jelas kita murni dan tetap menyuarakan yang benar dan baik untuk rakyat Kaltim," kata Ali Wardhana selaku Presiden BEM Unmul.
